Renovasi rumah bekas, mulai dari awal hingga tampak seperti baru lagi, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seorang Arsitek. Pada tahun 2012 saya ditawarkan pekerjaan untuk merenovasi rumah tinggal di daerah Jimerto Surabaya, yang kebetulan rumah lama tersebut adalah milik teman sendiri.
Singkat cerita setelah bertemu dan berdiskusi serta saya melakukan kunjungan kelokasi proyek (lampiran foto rumah lama tersebut). Tantangan dalam merenovasi rumah tersebut adalah budget tidak boleh melebihi dari yang disepakati. Rumah tersebut berada diatas lahan 10x30, menghadap kearah selatan dan cukup sejuk disiang hari.
1. Budget dari pemilik VS budget estimasi dari Arsitek ? Sangat penting karena terkadang kita sebagai Arsitek berpikir hanya estetika tetapi tidak mempertimbangkan budget dari pemilik, dari hasil diskusi budget dari pemilik dengan budget estimasi arsitek diharapkan dapat solusi yang PAS dan TEPAT.
2. Desain denah lama dengan desain denah baru? Harus ada sinkronisasi dan desain seimbang jadi tidak melakukan terlalu banyak penambahan Struktur Bangunan yang akan berakibat ke pembengkakan biaya tak terduga.
3. Studi Banding Desain Tampak ? Kenapa harus studi Banding Desain Tampak ? nah disini sangat penting karena sebelum kita masuk kedalam rumah, yang kita lihat pertama dari rumah adalah TAMPAK DEPAN rumah, apabila dari depan sudah terlihat baik, tepat dan bagus. Maka pemilik rumah pasti akan PUAS dengan uang yang telah dikeluarkan.
4. Kontrol Pekerjaan dan Pengawasan ? Nah disini sebagai Arsitek sangat penting dalam hal kontrol dan pengawasan, terutama ke pengawas dan pekerja dilapangan. Karena pada dasarnya Pengawas bisa baca gambar, tetapi mereka tetap tidak paham 100%. Sangat penting bagi kita untuk selalu kontrol dan mengawasi agar tidak melebihi budget proyek, maupun hasil kerja yang kurang maksimal yang berakibat fatal kita harus melakukan perbaikan.
5. Kontrol Waktu ? Waktu sangat penting dalam manajemen proyek, semakin lama proyek tersebut semakin rugi pihak pemilik maupun kontraktor yang mengerjakan proyek. Jadi target pengerjaan harus ada, dan realistis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar