Jumat, 07 Agustus 2020

Perbedaan Arsitek dengan Sipil?

Masyarakat awam banyak yang tidak memahami perbedaan antara Sipil dengan Arsitek, apa sih bedanya?

Pertama keduanya sangat berbeda dalam hal disiplin ilmu baik Teknik Sipil dan Teknik Arsitek, secara singkat pekerjaan utama Insinyur sipil adalah menghitung struktur bangunan agar menghasilkan rancangan detail konstruksi yang hemat biaya dan efisien  berdasarkan dari hasil rancangan desain bangunan oleh Insinyur Arsitek, Dimana terkadang juga oleh Insinyur Sipil desain Arsitek juga akan dilakukan perubahan dengan tujuan keamanan bangunan.

Apakah keduanya penting ? Tentu sangat penting, karena dengan adanya sinergi keduanya antara arsitek dengan sipil, diharapkan pengerjaan pembangunan bisa berjalan dengan optimal dan efisien budget dan waktu.


Kamis, 06 Agustus 2020

Klien tidak mau bayar DP (Down Payment) DESAIN ?

Kali ini saya membahas mengenai Down Payment desain, dimana banyak cerita dari rekan rekan kita desainer maupun arsitek yang juga mengalami hal ini pada saat berhadapan dengan klien. Beberapa hal yang selalu di argumen oleh calon klien kita adalah 
1. Kenapa harus bayar DP? anda tidak percaya dengan saya
2. Saya pasti bayar, tapi tidak perlu DP dululah, kitakan sudah kenal lama/ ortumu kenal saya juga dll.
3. Desain dulu saja, nanti kalau bagus baru saya bayar, apalagi kan belum tentu gambar desainmu bisa dipakai.
4. Desainer / arsitek yang lain tidak perlu DP sudah mau kerjakan desainnya, kenapa anda tidak mau.
dll

Argumen tersebut sering dipakai oleh calon klien kita untuk menjatuhkan mental kita sebagai Arsitek, dan tolong diingat. Mereka juga memiliki KEPENTINGAN dan KEBUTUHAN yang sama dengan kita, jadi pembayaran Down Payment sangat penting untuk mengikat kedua belah pihak sebagai tanda Komitmen, dan kita sebagai Arsitek maupun desainer pada saat pembuat desain juga akan mengeluarkan biaya operasional, desain dll, yang akan sedikitnya bisa dibiayai dari DP (downpayment) tersebut.

*Komitmen calon klien untuk menghargai hasil kerja ide desain kita,
**dan Komitmen dari kita sendiri sebagai desainer atau arsitek untuk menyelesaikan desain sesuai dengan lingkup pekerjaan yang disetujui bersama.





5 Prinsip Dasar Merenovasi Rumah Lama

Renovasi rumah bekas, mulai dari awal hingga tampak seperti baru lagi, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seorang Arsitek. Pada tahun 2012 saya ditawarkan pekerjaan untuk merenovasi rumah tinggal di daerah Jimerto Surabaya, yang kebetulan rumah lama tersebut adalah milik teman sendiri. 

Singkat cerita setelah bertemu dan berdiskusi serta saya melakukan kunjungan kelokasi proyek (lampiran foto rumah lama tersebut). Tantangan dalam merenovasi rumah tersebut adalah budget tidak boleh melebihi dari yang disepakati. Rumah tersebut berada diatas lahan 10x30, menghadap kearah selatan dan cukup sejuk disiang hari.




Setelah beberapa kali saya melakukan revisi desain dengan pihak pemilik rumah (kebetulan orang tua teman baik saya), kita sama sama puas baik dari segi layout, dan tampak depan rumah tersebut. Disini saya lampirkan foto hasil renovasi yang memakan waktu pengerjaan kurang lebih 15 bulan.




Dalam hal ini ada Lima hal yang harus diperhatikan oleh Arsitek dalam melakukan tindakan renovasi dengan budget yang TEPAT, tetapi hasil sangat maksimal.


1. Budget dari pemilik VS budget estimasi dari Arsitek ? Sangat penting karena terkadang kita sebagai Arsitek berpikir hanya estetika tetapi tidak mempertimbangkan budget dari pemilik, dari hasil diskusi budget dari pemilik dengan budget estimasi arsitek diharapkan dapat solusi yang PAS dan TEPAT.

2. Desain denah lama dengan desain denah baru? Harus ada sinkronisasi dan desain seimbang jadi tidak melakukan terlalu banyak penambahan Struktur Bangunan yang akan berakibat ke pembengkakan biaya tak terduga.

3. Studi Banding Desain Tampak ? Kenapa harus studi Banding Desain Tampak ? nah disini sangat penting karena sebelum kita masuk kedalam rumah, yang kita lihat pertama dari rumah adalah TAMPAK DEPAN rumah, apabila dari depan sudah terlihat baik, tepat dan bagus. Maka pemilik rumah pasti akan PUAS dengan uang yang telah dikeluarkan.

4. Kontrol Pekerjaan dan Pengawasan ? Nah disini sebagai Arsitek sangat penting dalam hal kontrol dan pengawasan, terutama ke pengawas dan pekerja dilapangan. Karena pada dasarnya Pengawas bisa baca gambar, tetapi mereka tetap tidak paham 100%. Sangat penting bagi kita untuk selalu kontrol dan mengawasi agar tidak melebihi budget proyek, maupun hasil kerja yang kurang maksimal yang berakibat fatal kita harus melakukan perbaikan.

5. Kontrol Waktu ? Waktu sangat penting dalam manajemen proyek, semakin lama proyek tersebut semakin rugi pihak pemilik maupun kontraktor yang mengerjakan proyek. Jadi target pengerjaan harus ada, dan realistis.